UMKM, Fundamental Ekonomi Indonesia Dalam Menaikkan Kesejahteraan Masyarakat


U

MKM? Siapa sih yang tidak mengenal dengan UMKM? Yap, Usaha Mikro, Kecil, Menengah. Sikecil kecil cabe rawet ini rupanya mampu membawa pengaruh yang sangat besar lhoo bagi penopang kelancaran dan stabilitas perekonomian Indonesia. Tidak banyak yang mengetahui bahwa penyumbang PDB terbesar kita adalah disektor jasa seperti jasa keuangan, telekomunikasi, dan ritel. Dengan begitu dapat dilihat bahwa perekonomian Indonesia memang ditopang oleh kekuatan pasar lokal dan domestik. Dan UMKM lah yang memegang peranan dalam perekonomian negara. Dan ditambahlagi, UMKM ini sudah terbukti tahan dengan goncangan krisis ekonomi, contohnya pada krismon 1998.

Dari namanya saja sudah kita tau bahwa UMKM terbagi atas 3 skala, yaitu Mikro, Kecil, dan Menengah.  Jika dilihat dari pengertiannya bahwa UMKM itu adalah badan usaha ekonomi yang dimiliki oleh perorangan maupun kelompok yang tidak berkaitan dengan anak perusahaan besar yang memiliki omset tertentu. Atau saya biasanya menyebutnya dengan perusahaan rakyat. Karena badan usaha ini hampir semuanya dimiliki oleh rakyat biasa. Lalu yang membedakan antara skala tersebut hanyalah omset nya saja. Jika kita lihat perkembangannya di Indonesia, bahwa UMKM ini mengalami kenaikan di tiap tahunnya. Hal ini juga tak lepas dari peran Pemerintah Indonesia dalam membangun dan mendukung penuh strategi perekonomian rakyat tersebut. Hal itu dibuktikan dengan mudahnya masyarakat ataupun pelaku usaha UMKM dalam  meminjam kredit ke bank. Lalu UMKM ini juga merupakan badan usaha yang menyerap tenaga kerja yang paling banyak dan itu terjadi di sektor Mikro. Karena dalam perekrutan tenaga kerja tidak memiliki spesifikasi khusus dan tidak terlalu ribet. Maka dari itu banyak tenaga kerja yang terserap. Namun dalam segi pengelolaan nya akan jauh kurang efektif dan efisien.

Sebagai garda terdepan perekonomian rakyat, sangat penting bagi UMKM untuk meningkatkan pengelolaan dan imbasnya akan meningkatnya daya saing. Terlebih saat ini sudah memasuki Revolusi Industri 4.0. UMKM di Revolusi Industri dituntut untuk meningkatkan pengelolaan kinerja produksi agar dapat bersaing di dunia perdagangan global. Dengan demikian, UMKM harus memiliki faktor faktor produksi yang mumpuni dan berdaya saing tinggi. Dengan begitu hasil hasil produk yang diproduksi akan memiliki nilai lebih dalam bersaing dengan produk produk global lainnya. Dari segi keuangan pun mampu mengelola perputaran hasil laba produksi dengan efektif dan efisien. Berbeda dengan UMKM yang “kuno” para pelaku UMKM tidak bisa  mengatur ataupun mengelola keuangan dengan efektif dan efisien. Hal itu dapat diliat masih adanya pelaku UMKM tidak melakukan pencatatan keuangan sehingga dalam perputaran arus keuangan menjadi tidak jelas dan tidak terkontrol. Maka, lama kelamaan usaha tidak “going concern” atau tidak berkelanjutan.  

Lalu dari segi operasional dalam produksi. Di jaman Revolusi Industri yang sekarang, rasanya kurang afdol jika pengelolaan produksi tidak memakai mesin ataupun teknologi. Mengapa demikian? Karena jika kita melihat kembali dari tujuan produksi itu sendiri adalah untuk mencapai hasil produksi yang efektif dan efisien. Dengan teknologi mesin, pengelolaan hasil produksi akan menjadi efisien, tidak perlu menggunakan tenaga kerja yang terlalu banyak tanpa mengurangi kualitas produk tersebut. Dengan demikian mampu mengurangi beban dari usaha UMKM tersebut. Dengan teknologi mesin juga mampu memproduksi hasil produksi dengan jumlah yang banyak. Berbeda dengan UMKM konvensional yang belum terlalu mementingkan adanya teknologi mesin.

Lanjut lagi ke sektor pemasaran. Seiring kemajuan globalisasi, UMKM juga harus melek dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi. Karena  Revolusi Industri saat ini sudah melilbatkan dunia maya menjadi marketplace bagi pelaku usaha. Lalu memasarkan di marketplace tersebut juga efektif dan efisien, karena kita akan lebih mudah untuk bertemu dengan para calon konsumen. Memasarkan produk di marketplace dunia maya juga dapat memangkas beban usaha, karena kita tidak perlu untuk menyewa sebuah tempat untuk memasarkan produk tersebut.

Jadi, jika semua faktor tersebut dipadupadankan dan berjalan secara beriringan, bukan tidak mungkin bahwa UMKM Indonesia akan maju dengan pesat. Dan juga bukan hal yang mustahil apabila UMKM Indonesia dapat mengalahkan usaha usaha ataupun produk dari luar negeri. Dengan demikian, UMKM akan berevolusi menjadi Fundamental Ekonomi Indonesia. Segala rintangan dan hambatan terkait keberlangsungan UMKM menjadikan masyarakat dan pemerintah terus berupaya untuk survive, karena sektor ini memiliki potensi yang lebih besar apabila terus dikembangkan. Tak terkecuali menyangkut hajat hidup masyarakat sekitar. Yap, perusahaan (UMKM) yang muncul dari elemen rakyat ini bermula dan terbentuk karena ada peluang dan tuntutan untuk keberlangsungan hidup masyarakat itu sendiri. Dengan adanya UMKM di suatu daerah dapat memberikan beberapa manfaat seperti pengembangan potensi masyarakat di desa maupun perkotaan tersebut baik dari segi budaya, keterampilan yang telah turun temurun dan makanan khas daerah tersebut bisa dieksplorasi dan dikembangkan sehingga bisa dijadikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar.

Selain dapat mengembangkan potensi masyarakat yang ada, UMKM juga bisa meningkatkan potensi alam yang ada di daerah tersebut seperti meningkatkan sektor pertanian, sektor perkebunan, sektor perikanan dan lain-lain, hal ini dikarenakan produk yang diangkat oleh UMKM biasanya suatu makanan khas, kerajinan kerajian yang memiliki nilai estetika tinggi yang ada di daerah tersebut, maka secara tidak langsung semakin banyak produk yang dijual maka semakin tinggi kebutuhan bahan baku, dalam hal ini lah UMKM berperan dalam meningkatkan sektor sektor lainnnya yang berada di daerah tersebut.

Secara tidak langsung pula dengan keberadaan UMKM juga dapat menyerap dan membuka lapangan kerja yang berasal dari masyarakat sekitar, sehingga dengan keberadaan UMKM bisa memberikan pendapatan tambahan sehingga secara tidak langsung dengan keberadaan UMKM juga di harapkan bisa membantu memulihkan ekonomi masyarakat setempat menjadi sejahtera serta mencapai kesetaraan hajat hidup masyarakat. Kesejahteraan merupakan sebuah fase yang dimana terpenuhinya kebutuhan hidup seseorang sehingga orang tersebut merasa cukup dan tidak mempunyai kekhawatiaran, setidaknya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti makan, minum, kesehatan, dan pendidikan, untuk memenuhi semua itu sudah sewajarnya dalam hal ini UMKM bisa mendongkrak dan menjadi motor penggerak kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat menengah kebawah, terlebih di wilayah pedesaan.

Dengan kesejahteraan masyarakat tersebut, terlebih dipedesaan, akan meningkatkan kualitas kehidupan yang berada dipedesaan. Apabila produktivitas UMKM ini dapat terus dijaga, berkelanjutan, besar kemungkinan pembangunan ekonomi nasional akan tercapai. Memang bagian sebagian orang UMKM ini dipandang sebelah mata, padahal apabila kita menelisik lebih dalam lagi, UMKM ini memiliki potensi besar yang terkandung didalamnya bagi perekonomian negara. So, marilah kita, sebagai mahasiswa untuk menanamkan sifat kewirausahaan agar supaya dapat menggerakkan perekonomian dimasa yang akan datang.


Komentar